Jadwal tentatif pelaksanaan kegiatan DDRF TA 2019

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) akan kembali membuka program Demand-Driven Research Fund (DDRF) –sebelumnya Demand-Driven Research Grant/ DDRG– untuk tahun anggaran 2019. Berikut ini jadwal tentatif pelaksanaan DDRF 2019.

  • Notifikasi resmi Call for Proposal dan rilis Panduan Pelaksanaan: Desember 2018 – Januari 2019
  • Pengiriman proposal: Januari 2019
  • Seleksi Tahap I: Februari 2019
  • Seleksi Tahap II: Maret 2019
  • Penetapan proposal didanai: Akhir Maret 2019

 

Download Pedoman Pelaksanaan DDRF (update for TA 2019)

 

About Demand-Driven Research

Demand-Driven Research (DDR) adalah pendekatan manajemen riset berdasarkan orientasi klien atau pengguna (client-oriented research management approach). DDR sesuai dengan namanya didasarkan pada permintaan atau kebutuhan terhadap suatu riset, pengembangan maupun inovasi. Sementara itu permintaan atau kebutuhan riset itu didasarkan pada permasalahan yang sedang dihadapi. Oleh sebab itu, DDR merupakan pendekatan riset yang secara khusus diarahkan untuk menyelesaikan masalah (problem-based).

Saat ini DDR sangat diperlukan khususnya untuk memenuhi standar meningkatkan pengetahuan, menyiapkan produk maupun kebijakan berbasis sains, menguatkan kapasitas pemangku kepentingan, sekaligus meningkatkan kepedulian publik. Dengan menggunakan dasar orentasi tersebut, maka DDR diharapkan dapat menghasilkan luaran-luaran yang implementatif, siap pakai dan berdampak nyata. Pendekatan yang akan dilakukan adalah mengubah dari pola output-based focus menjadi value-based outcome. DDR harus bersifat unggul, multi- atau inter-disiplin, multi-institusi, multiyears, dan multiresources. DDR juga harus mempunyai keluaran (output) yang terukur, berkualitas, dan jelas pengguna akhirnya.

Ruang lingkup DDR meliputi kegiatan riset dan pengembangan yang bertujuan untuk: 1) menghasilkan solusi terhadap persoalan nasional dan/ atau daerah yang strategis dan berjangka panjang, serta memberikan dampak luas bagi daerah/ sektor/ disiplin keilmuan tertentu; dan 2) menghasilkan penemuan-penemuan dan invensi baru yang membawa Indonesia menuju aras iptek global. Sementara itu, sasaran DDR adalah meningkatkan jumlah penemuan baru dalam berbagai bidang keilmuan tertentu; meningkatkan nilai tambah serta solusi strategis terhadap berbagai kebutuhan riil, baik jangka pendek, jangka menengah maupun jangka panjang; meningkatkan keterpaduan dan interaksi kelembagaan, keilmuan, dan personel secara internal LIPI maupun dengan berbagai pemangku kepentingan; meningkatkan efisiensi alokasi dan penggunaan sumber daya (dana, waktu, sarana, pelaksana penelitian).

Dalam rangka penyelenggaraan DDR, LIPI melalui COREMAP-CTI memberikan dana riset selama dua tahun (2018-2019). Selanjutnya dana riset ini disebut Demand-Driven Research Fund (DDRF) COREMAP-CTI (sebelumnya Demand-Driven Research Grant/DDRG).

 

Download Pedoman Pelaksanaan DDRF (update for TA 2019)