Wilayah pesisir merupakan daerah yang mempunyai produktivitas yang tinggi baik dari segi ekonomi maupun ekologi. Komunitas alami ekosistem pesisir seperti hutan mangrove, padang lamun, terumbu karang memiliki fungsi ekologis sebagai penyedia nutrien, tempat berkembang biak berbagai biota perairan, pelindung fisik dari degradasi daratan, dan penyerapan sumber pencemar. Wilayah pesisir juga memiliki fungsi ekonomis ketika sumber daya yang tersimpan di dalamnya dimanfaatkan dan diolah, mulai dari penangkapan biota perairan, hingga penelusuran senyawa kimia yang terkandung di dalamnya. Selain itu, wilayah pesisir juga berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai tempat usaha budidaya, ekowisata maupun edukasi.

Sumber daya yang melimpah dimanfaatkan banyak pihak untuk memperoleh keuntungan yang maksimal. Namun, pemanfaatan tersebut seringkali tidak diimbangi dengan perencanaan dan pengelolaan yang baik. Sumber daya alam yang dikelola dengan cara menjaga agar produktivitasnya tetap berkelanjutan akan menghasilkan manfaat yang maksimal. Eksploitasi seharusnya sesuai dengan nilai-nilai sumberdaya yang berkelanjutan, yaitu tidak lebih besar dari batas daya regenerasi dan asimilasi sumberdaya alam, pemanfaatannya harus memperhatikan kemampuan daya dukung ekosistem, dan memiliki batasan (kuota) yang jelas dan harus dipatuhi.

Keterlibatan berbagai pihak merupakan faktor yang penting untuk memaksimalkan pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya alam. Masyarakat pesisir sebagai bagian utama yang bersinggungan langsung dengan sumberdaya pesisir harus memiliki pengetahuan tentang pemanfaatan yang memperhatikan produktivitas yang berkelanjutan. Peranan pemerintah berada dalam ranah pembuatan dan implementasi regulasi yang berkaitan dengan pemanfaatan wilayah serta batasan eksploitasi sumberdaya alam, termasuk di dalamnya regulasi budidaya dan pemasaran produk. Lembaga litbang memiliki peran dalam memperbaiki mutu produksi dengan aplikasi teknologi untuk optimalisasi kualitas dan kuantitas suatu produk. Lembaga litbang juga memberikan rekomendasi penting mengenai gambaran keadaan ekologi, sosial dan ekonomi di suatu wilayah pesisir.

Berbagai riset untuk optimalisasi pemanfaatan sumberdaya pesisir perlu dilakukan, diantaranya adalah riset mengenai teknologi-teknologi terbaru mengenai metode budidaya baik untuk tujuan ekonomis maupun restocking di alam, teknologi penangkapan yang efisien namun tidak merusak lingkungan, ekstensifikasi lahan budidaya, pengolahan pasca panen, dan pemanfaatan sumber daya alam terbarukan sebagai sumber energi baru. Riset untuk pengelolaan sumberdaya pesisir yang perlu dilakukan yaitu identifikasi kesehatan ekosistem dan mitigasi kerusakannya, kajian daya dukung ekosistem, riset mengenai manajemen stok sumber daya alami, regulasi pemanfaatan sumberdaya yang diperbolehkan, dan edukasi kepada masyarakat pesisir agar terlibat dalam pengelolaan wilayahnya.

Riset-riset yang dilakukan diharapkan memiliki luaran berupa rekomendasi mengenai regulasi pemanfaatan sumberdaya yang berkelanjutan dan pengelolaan lingkungan kepada stakeholder, baik daerah maupun nasional, publikasi ilmiah dan populer, serta teknologi teknologi yang dapat diaplikasi oleh masyarakat pesisir untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraannya.

Tema riset ini mencakup topik-topik berikut:

  1. Pengembangan teknologi budidaya biota laut (hewan maupun tumbuhan) yang potensial untuk kuliner, bahan baku obat, dan ornamen.
  2. Pemanfaatan lahan pesisir secara berkelanjutan untuk peningkatan perekonomian masyarakat, misal bagan apung, tambak, dan keramba.
  3. Pengembangan teknologi alat tangkap yang ramah lingkungan untuk mendukung perikanan yang berkelanjutan.
  4. Produksi dan penyediaan bibit atau benih baik untuk tujuan ekonomis maupun restocking di alam.
  5. Penggunaan bioteknologi untuk penyediaan benih unggul dan optimalisasi biota budidaya.
  6. Kajian potensi sumberdaya laut untuk bahan baku farmakologi.
  7. Kajian optimalisasi potensi biota alternatif sebagai pengganti biota ekonomis penting.
  8. Metode pengolahan bahan baku (pascapanen)
  9. Kajian mengenai daya dukung kawasan pesisir yang dapat dimanfaatkan dalam bidang pengembangan infrastruktur, perekonomian, dan budidaya.
  10. Penentuan kuota pemanfaatan sumberdaya laut untuk mendukung pengelolaan yang berkelanjutan.
  11. Kajian fenomena biota introduksi, migrasi, dan optimalisasi potensinya.
  12. Penilaian terhadap status keberadaan serta habitat suatu biota.
  13. Kajian pemanfaatan, dampak, pengelolaan, dan regulasi sumberdaya tidak terbaharukan di ekosistem pesisir.
  14. Pengelolaan sumber daya di wilayah pesisir berbasis masyarakat (community based management).