Berdasarkan Keputusan Presiden no 6 tahun 2017 tentang Penetapan Pulau-Pulau Kecil Terluar, Indonesia memiliki 111 pulau-pulau kecil. Pengelolaan pulau-pulau kecil tersebut diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia no. 27 tahun 2007 dan Peraturan Pemerintah RI no. 62 tahun 2010.

Pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil dilaksanakan dengan tujuan untuk: 1) melindungi, mengonservasi, merehabilitasi, memanfaatkan, dan memperkaya Sumber Daya Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil serta sistem ekologisnya secara  berkelanjutan; 2) menciptakan keharmonisan dan sinergi antara Pemerintah dan Pemerintah Daerah dalam pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil; 3) memperkuat peran serta masyarakat dan lembaga pemerintah serta mendorong inisiatif Masyarakat dalam pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil agar tercapai keadilan, keseimbangan, dan keberkelanjutan; dan 4) meningkatkan nilai sosial, ekonomi, dan budaya Masyarakat melalui peran serta Masyarakat dalam pemanfaatan Sumber Daya Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil. Dalam rangka mewujudkan pengelolaan yang berkesinambungan, diperlukan suatu konsep pengelolaan pulau-pulau kecil yang merujuk pada potensi daerah, kearifan lokal, kondisi fisik dan sosial ekonomi setempat yang berbeda antara satu wilayah dengan wilayah lainnya.

Dalam rangka menentukan konsep pengelolaan wilayah tersebut, maka diperlukan kajian komprehensif untuk menguak potensi sumber daya alam, mengkaji daya dukung lingkungan, mengkaji kondisi sosial ekonomi dan potensi kemandiriannya, sekaligus mengukur tingkat adaptasi masyarakat dan lingkungannya terhadap perubahan. Konsep tersebut diperlukan untuk menyiapkan pulau-pulau kecil yang mandiri yaitu wilayah dengan tingkat ketahanan (resiliensi) yang tinggi serta tingkat ketergantungan yang minimal. Bentuk luaran yang diharapkan dari riset pada tema ini adalah konsep kebijakan, konsep pengelolaan, data potensi wilayah yang dituangkan dalam bentuk naskah akademik, naskah kebijakan, policy brief, dan publikasi ilmiah.

Topik-topik riset yang dapat dilakukan dalam tema ini meliputi (namun tidak terbatas pada):

  1. Kajian potensi sumber daya alam (hayati dan non hayati) wilayah pulau-pulau kecil.
  2. Riset daya dukung lingkungan pulau-pulau kecil dan terdepan.
  3. Kajian kelayakan pengembangan ekonomi nelayan pulau-pulau kecil (termasuk didalamnya mata pencaharian alternatif).
  4. Kajian adaptasi masyarakat dan lingkungan pulau-pulau kecil terhadap bencana dan perubahan iklim.

Kajian penerapan teknologi baru terbarukan sebagai pendukung pengelolaan yang mandiri dan berkesinambungan (termasuk didalamnya untuk memenuhi ketersediaan air dan energi).